Di pekat, telah kaususun jarak dan spasi. Di antara kita memuai setiap tatapan yang redup dan lalu kabur. Aku menanti di sudut ruangan, berendam luka-luka manis sebab rasaku di ujung langkah dijemput gerimis. Raib seutuhnya oleh kepura-puraan.
Rinduku setulus pagi hari. Aku berembun setiap kata di pangkal lidah. Kamu sempat menjauh sebelum kita saling menyapa.
Bolehkah aku menjemput namamu?



