Jumat, 02 Mei 2014

Cara Sehat dalam Mencintai

Pernah menemukan teman lelakimu yang tengah dilanda asmara? Kemudian dia dengan gesitnya terus melancarkan modus-modus picisan terhadap sang pujaan hati? Atau malah sudah melancarkan pernyataan cinta? Atau justru kamu sendiri pernah menjadi ‘target’ seorang cowok dalam menyatakan cintanya?
Guys, sekilas memang terlihat uuuh, so sweet... Kayak di ftv-ftv! Tapi apa itu keren? Maco? Romantis? Pria jantan? Terus kalian suka sama cowok yang suka modus? Suka sama cowok yang suka nembak cewek? Suka sama cowok yang punya mantan banyak?
Guys, jangan langsung terkesima ketika melihat seorang lelaki menyatakan cintanya padamu, jangan langsung berfikir waaah maco bangeeet ketika melihat seorang cowok melancarkan modusnya pada seorang wanita pujaan hatinya. Kalian justru harusnya merasa jijik, sebal, kesel, sama cowok tipikal yang seperti itu... Kenapa?
Orang-orang BAIK dan tidak dirajai nafsu bisa dilihat dari caranya mencintai seseorang. Apakah dia justru mencoba mendekati orang yang dicintainya? Atau justru menghindar dan membelokkan langkah ketika bertemu? Memintanya menjadi kekasihnya? Atau menjelma menjadi sosok yang seakan tak pernah peduli? Memandanginya terus menerus? Atau menundukkan kelopak mata? Manja dihadapannya? Atau justru bersikap dingin?
Orang-orang terjebak dalam doktrin, "diam-diam mencintai itu sakit", sehingga mereka cenderung berpikir bahwa “cinta yang diungkapkan akan menimbulkan kelegaan tersendiri”. Orang-orang pun berbondong-bondong menembak si ini dan si itu, tradisi pacaran menjamur dimana-mana. Mencintai dalam diam dianggap sebagai suatu perkara menyedihkan. Sehingga orang merasa ‘merana’ dengan hanya mencintai namun hanya mampu menatap dari kejauhan...
Padahal... Ada hadits yang menyatakan, “Orang yang mencintai karena Allah, dan ia diam dalam perasaan cintanya, akan mati dalam keadaan syahid”.
NAHLOH! This is the point! Kalian bisa masuk surga hanya dengan cara DIAM SAJA dalam mencintai! Tanpa modus, tanpa nembak, tanpa pacaran. Kalian cukup diam ketika merasakan perasaan cinta, dan surga di tanganmu! Betapa ruginya kalian, rela menukarkan sebuah janji surga hanya dengan sebuah status ‘pacaran’. RUGI BANGEEET! Udah gitu, pacar kalian itu belum tentu jadi pendamping hidup kalian di masa depan nanti, lagi! Meskipun memang ke-shahihan hadits ini masih diragukan, tapi tidak ada salahnya, kan, kita mengambilnya untuk menjadi bahan perbaikan diri? ;)
Lagipula, kesenangan macam apa yang didapat dalam "Aku sayang kamu-aku juga"? Saya kira dalam kasus ini berlaku persamaan matematis: kesenangan duniawi=dosa. Ketika kalian saling menggombali, ada JANJI SURGA yang kalian bakar sia-sia, hanya demi sebuah “Aku sayang kamu-aku juga”!
Biarkan gejolak itu tetap di dadamu. Kenapa harus diledakkan melalui lidahmu? Manusia mesti bisa mengendalikan nafsunya. Termasuk nafsu itu hasrat memiliki sesosok anak manusia ketika tengah jatuh cinta!
Dan... sebaliknya... Ketika kalian ditembak oleh seorang cowok, jangan ragu untuk MENOLAKNYA. Kenapa? Karena dengan dia yang memintamu menjadi pacarnya itu cukup mengindikasikan bahwa DIA bukanlah lelaki baik-baik. DIA hanya sekedar lelaki yang menuruti kemauan hawa nafsunya! Sudikah kalian dimiliki oleh lelaki yang hanya dirajai hawa nafsunya saja? Jangan harap dia hanya mencintaimu selamanya, karena jika dia berani menyatakan cintanya padamu, maka dia juga akan berani menyatakan cintanya pada perempuan-perempuan lain selain kamu! Kalau memang kalian sudah menyukainya sejak dulu dan tidak mungkin menolak seseorang yang kalian cintai, seharusnya dengan dia meminta kamu menjadi pacarnya sudah cukup memberitaumu bahwa dia tidak pantas kamu cintai, karena dia hanya sekedar lelaki yang suka menuruti hawa nafsunya saja!
Ingat! Dalam pacaran, meskipun HANYA SEKEDAR SMS-AN, tetap saja itu namanya ZINA. Zina apa? Zina hati! Karena hati kita akan berbunga-bunga membaca pesan cinta dari seseorang yang masih belum halal bagi kita... Jadi, gak ada yang namanya PACARAN SEHAT. Semua jenis pacaran itu zina! Teman-teman mau terjerumus dalam dosa zina? Meskipun cuma SMS-an, tetap saja lho, dosanya, dosa zina! Dosa besar! Hiiih, naudzubillahi min dzalikkk...
Jadi, cukup DIAM. Diam-diam menyukai seseorang. Diam-diam mengagumi. Kalau memang rasa cinta kita benar-benar menggebu-gebu dari dalam rongga dada, dan kamu menginginkan dia menjadi pendamping hidupmu selamanya karena akhlaq dan keimanannya yang luar biasa, cukup diam-diam berkata dalam hati: “Ya Allah, saya ‘cup’ dia ya! Saya ingin dia menjadi jodoh saya!” Cukup booking dia dalam hati. Tidak ada pacaran. Tidak ada tembak-menembak. Cukup diam-diam berdoa pada Allah semoga jika dia juga suka sama kamu dia cepat dibukakan pintu hatinya oleh Allah untuk segera mendatangi orang tuamu dan meminangmu...
Insya Allah, Allah tau kok yang terbaik. Jika memang kamu mencintai orang yang salah, Allah akan matikan rasa cinta dalam hatimu. Jika memang dia benar jodoh kamu, kalian PASTI akan bersatu... Yang kalian perlu lakukan hanya pasrah dalam penghambaan diri kepada Allah dan berserah diri pada apapun yang Allah putuskan... Biarkan Allah menjadi satu-satunya pelukis jalan hidupmu... Kalian tidak perlu ikut-ikutan menggambar takdir dengan ‘pacaran’ dengan alasan ‘takut diambil orang’. Cukup diam. Cintai dia dalam diam. Lebih halal dan lebih nikmat, lho! J

Tidak ada komentar:

Posting Komentar